Jaringan irigasi teknis yang selanjutnya disebut jaringan irigasi merupakan sekumpulan bangunan-bangunan bagi, sadap, bangunan silang, pelengkap, saluran pembawa, saluran dan bangunan pembuang yang terdapat dalam suatu lahan, yang petak sawahnya memanfaatkan air dari sumber yang sama.
Peta ikhtisar adalah suatu peta di mana terlihat susunan suatu jaringan irigasi mulai dari bendung sampai saluran-saluran pembuang. Di dalam peta ikhtisar tersebut diperlihatkan: (1) bangunan utama, (2) jaringan dan trase saluran irigasi, (3) jaringan dan saluran pembuang), (4) petak tersier, petak sekunder, dan petak primer, (5) lokasi-lokasi bangunan (bagi, sadap, silang), (6) batas-batas daerah irigasi, (7) daerah yang tidak diairi (desa, makam, gedung-gedung), (8) jaringan dan trase jalan, dan (9) daerah-daerah yang tidak dapat diairi (tanah jelek, rawa, bukit, dll). (Lihat halaman 14 Contoh Irigasi Teknis).
Petak tersier, suatu lahan seluas maksimum 60 ha, yang berisikan petak-petak kuarter yang luasnya maksimum 10 ha, yang mengambil air dari satu pintu bangunan sadap. Petak tersier ini dilengkapi pula dengan boks-boks tersier, kuarter, saluran pembawa tersier, kuarter, cacing, saluran pembuang, serta bangunan silang seperti yang ada di jaringan irigasi.
Petak sekunder, terdiri dari kumpulan petak-petak tersier yang mengambil air dari satu pintu di bangunan bagi. Luas petak sekunder ini tidak terbatas tergantung dari topografi lahan yang ada. Salurannya sering terletak di punggung medan, sehingga air tersebut dapat dialirkan ke dua sisi saluran.
Petak primer, terdiri dari beberapa petak sekunder yang airnya mengambil dari sumber air (sungai) berupa bendung, bendungan, rumah pompa, dll. Bila satu bendung terdapat dua pintu (intake) kiri dan kanan, maka terdapat dua petak primer. Saluran primer diusahakan sejajar dengan kontur atau garis tinggi.
Bangunan Utama (headworks) merupakan kompleks bangunan yang direncanakan di dan sepanjang sungai atau aliran air untuk membelokkan air ke dalam jaringan agar dapat dipakai untuk keperluan irigasi. Bangunan utama ini terdiri dari bangunan pengelak dengan peredam energi, intake, pintu bilas, kantong Lumpur bila perlu, tanggul banjir, dan bangunan pelengkap lainnya. Bangunan utama ini seperti bendung, bendung gerak, bendung karet, pengambilan bebas (free intake), bendungan, rumah pompa.
Sabtu, 23 Februari 2008
Jaringan Irigasi
Tahapan Perencanaan Irigasi
Untuk pelaksanaan suatu proyek akronim SIDLACOM untuk mengidentifikasi berbagai tahapan proyek, akronim ini menunjukkan urutan tahap yang masing-masing terdiri dari kegiatan yang berlainan.
Di dalam perencanaan irigasi tahapan yang harus dikerjakan/dianalisis dan di evaluasi meliputi; lokasi dan perkiraan daerah irigasi, garis besar rencana pertanian; sumber daya air, prasarana infrastruktur; skala prioritas pengembangan; 8 persyaratan pengembangan dari Dirjen Pengairan (dulu); dampak sosek dan lingkungan.
8 tujuan Pengembangan (Dirjen Pengairan) : Kesuburan tanah; tersedianya air (kualitas & kuantitas); populasi sawah; pemasaran produksi; jaringan jalan & komunikasi; status tanah; banjir & genangan; lain-lain. Dan saat ini permintaan masyarakat local untuk dibuatkan irigasi merupakan hal yang paling pokok dalam perencanaan daerah irigasi.
Tahapan perencanaan meliputi:
Studi awal: ide untuk pengembangan irigasi pertanian dan perkiraan luas D.I,
Studi identifikasi: menentukan nama & luas, garis besar skema irigasi alternatif, pemberitahuan ke instansi pemerintah, serta fihak lain yeng terlibat dalam proyek tsb.
Studi pengenalan: kelayakan teknis, komponen dan aspek multisektor, penjelasan mengenai aspek-aspek yang belum dapat dipecahkan selama identifikasi, penentuan ruang lingkup studi, pekerjaan lapangan dan kantor (oleh orang-orang yang sesuai disiplin ilmu).
Studi kelayakan: analisis teknis dan ekonomi, definisi proyek & prasaran yang diperlukan, mengajukan program pelaksanaan, ketepatan yang disyaratkan, perlu pengukuran topogrfi, geotek dan kualitas tanah ekstensif.
Tahap perencanaan (tahap perencanaan pendahuluan, tahap perencanaan akhir)
Tahap perencanaan pendahuluan : pengukuran (peta topografi, penelitian kemampuan tanah); perencanaan pendahuluan : menentukan letak bangunan, tata letak jaringan, petak tersier, tipe bangunan, trase saluran, jaringan dan bangunan pembuang, termasuk analisis hidrologi (waterbalance).
Tahap perenacaan akhir: pengukuran & penyelidikan hidrometri/hidrologi; topografi; geologi teknik; model hidrolis, laporan akhir.
