Sampah (waste) ini dibagi dalam:
1. Human excreta / Pembuangan kotoran (Faeces dan urina).
Pembuangan kotoran (Faeces dan urina) yang tidak menutrut aturan memudahkan terjadinya penyebaran “water borne diseases”.
Syarat pembuangan kotoran yang memenuhi aturan kesehatan menurut Ehlers dan Steel adalah:
* Tidak boleh mengotori tanah permukaan.
* Tidak boleh mengotori air permukaan.
* Tidak boleh mengotori air dalam tanah.
* Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau perkembang biakan vector penyakit.
* Kakus harus terlindung dari penglihatan orang lain.
* Pembuatannya mudah dan murah
2. Sewage (Air limbah).
Yang dimaksud dengan air limbah (sewage) adlah excreta manusia, air kotor dari dapur, kamar mandi dari W.C. dari perusahaan - perusahaan termasuk pula air kotor dari permukaan tanah dan air hujan.
Cara-cara pembuangan air limbah adalah:
* Dengan Pengenceran (Disposal by dilution).
* Cesspool, cesspool ini menyerupai sumur tapi gunanya untuk pembungan limbah.
* Seepage pit (Sumur resapan).
* Septik tank.
* Sistem riool (sewerage).
3. Refuse (Sampah).
zat-zat / benda-benda tidak berfungsi atau tidak terpakai lagi, baik yang berasal dari rumah-rumah maupun dari sisa-sisa proses industri.
* Garbage (sampah basah) adalah sisa-sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang sudah membusuk.
* Rubbish (sampah kering) adalah bahan-bahan sisa pengolahan yang tidak membusuk. Rubbish ini ada yang mudah terbakar, misalnya: kayu, kertas. Ada yang tidak terbakar, misalnya: kawat, kaleng, dans\ sebgainya.
* Sampah lembut, yaitu sampah yang susunannya terdiri dari dari partikel-partikel kecil dan memiliki sifat mudah berterbangan seta membahayakan atau mengganggu pernafasan atau mata.
Rabu, 28 Mei 2008
Pembagian Sampah
Label:
Teknik Penyehatan
Macam-Macam Sampah
Melihat bentuknya terdapat bermacam-macam sampah, akan tetapi bila kita teliti dari sudut zatnya maka sampah terdiri dari zat anorganik dan organic.
1. Zat Anorganik
Contoh sampah dari zat anorganik adalah: potongan-potongan / pelat-pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecahan-pecahan gelas, tulang-belulang, dan lain-lain.
Sampah jenis ini, melihat fisiknya keras maka baik untuk peninggian tanah rendah atau dapat pula untuk memperluas jalan setapak. Tetapi bila rajin mengusahakannya sampah dari logam dapat kembali dilebur untuk dijadikan barang yang berguna, batu-batuan untuk mengurug tanah yang rendah atau memperkeras jalan setapak, pecahan gelas dapat dilebur kembali dan dijadikan barang-barang berguna, dan tulang-belulang bila dihaluskan (dan diproses) dapat unutk pupuk dan lain-lain.
2.Zat Organik
Melihat proses penghancurannya oleh jasad-jasad mikroba, maka sampah zat organic terdiri atas:
2.1. Zat organic dari bahan plastic.
Dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan disertai berkembangnya Industri, maka banyak barang-barang atau perkakas dibuat dari bahan plastic. Bahan-bahan plastic termasuk zat organic. Kita ketahuai semua zat organic dapat dihancurkan oloeh jasda-jasad mikroba, akan tetapi zat plastic tidak dapat. Bila dibuang sembarangan maka zat plastic ini hancurnya memakan waktu lama, yaitu antara 40 – 50 tahun, sehingga dikhawatirkan akan bertimbun-timbun sampah dari plastic. Salah satu usaha yang dapat menghancurkan zat plastic adalah sinar ultraviolet dari matahari. Ini pun akan memakan waktu yang lama juga, dibandingkan dengan penghancuran zat organic lainnya oleh mikroba-nikroba. Jalan tercepat menghancurkan plastic adalah dibakar. Selain itu sampah plastic dapat dimanfaatkan kembali bersama sampah lainnya dapat pula untuk mengurug tanah yang rendah.
2.2. Zat organic non-plastic.
Sampah zat organic bukan dari plastic banyak sekali macamnya, misalnya: kayu, kertas, bekas pakaian, karet, sisa-sisa daging, dana lain-lain. Semua sampah zat organic dapat diuraikan oleh mikroba-mikroba hingga menjadi bahan mineral. Bahan mineral mineral hasil penguraian ini baik sekali unutk pupuk.
Selengkapnya....
1. Zat Anorganik
Contoh sampah dari zat anorganik adalah: potongan-potongan / pelat-pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecahan-pecahan gelas, tulang-belulang, dan lain-lain.
Sampah jenis ini, melihat fisiknya keras maka baik untuk peninggian tanah rendah atau dapat pula untuk memperluas jalan setapak. Tetapi bila rajin mengusahakannya sampah dari logam dapat kembali dilebur untuk dijadikan barang yang berguna, batu-batuan untuk mengurug tanah yang rendah atau memperkeras jalan setapak, pecahan gelas dapat dilebur kembali dan dijadikan barang-barang berguna, dan tulang-belulang bila dihaluskan (dan diproses) dapat unutk pupuk dan lain-lain.
2.Zat Organik
Melihat proses penghancurannya oleh jasad-jasad mikroba, maka sampah zat organic terdiri atas:
2.1. Zat organic dari bahan plastic.
Dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan disertai berkembangnya Industri, maka banyak barang-barang atau perkakas dibuat dari bahan plastic. Bahan-bahan plastic termasuk zat organic. Kita ketahuai semua zat organic dapat dihancurkan oloeh jasda-jasad mikroba, akan tetapi zat plastic tidak dapat. Bila dibuang sembarangan maka zat plastic ini hancurnya memakan waktu lama, yaitu antara 40 – 50 tahun, sehingga dikhawatirkan akan bertimbun-timbun sampah dari plastic. Salah satu usaha yang dapat menghancurkan zat plastic adalah sinar ultraviolet dari matahari. Ini pun akan memakan waktu yang lama juga, dibandingkan dengan penghancuran zat organic lainnya oleh mikroba-nikroba. Jalan tercepat menghancurkan plastic adalah dibakar. Selain itu sampah plastic dapat dimanfaatkan kembali bersama sampah lainnya dapat pula untuk mengurug tanah yang rendah.
2.2. Zat organic non-plastic.
Sampah zat organic bukan dari plastic banyak sekali macamnya, misalnya: kayu, kertas, bekas pakaian, karet, sisa-sisa daging, dana lain-lain. Semua sampah zat organic dapat diuraikan oleh mikroba-mikroba hingga menjadi bahan mineral. Bahan mineral mineral hasil penguraian ini baik sekali unutk pupuk.
Label:
Teknik Penyehatan,
Teknik Sipil
Langganan:
Postingan (Atom)
